Berapa si UMP dan UMK Kepulauan Riau (Kepri) 2024 ? Lihat Besarannya berikut ini

Pemerintah provinsi Kepulauan Riau (Kepri) secara resmi mengumumkan kenaikan UMP Kepri 2024, kini mencapai Rp3.402.492. Keputusan ini diumumkan oleh Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, pada tanggal 21 November yang lalu dan tercatat dalam Surat Keputusan Gubernur dengan nomor 1282 Tahun 2023 tentang UMP Kepri 2024.


UMP dan UMK Kepulauan Riau (Kepri) 2024


Sebagai akibatnya, UMP 2024 di Kepulauan Riau mengalami kenaikan sebesar 3,76 persen atau setara dengan Rp123.298 dari UMP 2023 yang berjumlah Rp3.279.194.

Peningkatan ini dianggap rendah, mewakili hanya separuh dari kenaikan UMP Kepulauan Riau 2023 yang mencapai 7,52%.

Nilai UMP terbaru ini berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Para pengusaha diwajibkan memberikan upah setidaknya sebanding dengan UMP yang ditetapkan oleh pemerintah.

Apabila terbukti melanggar dengan memberikan upah kepada pekerja di bawah UMP, pengusaha akan dikenai sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Sementara itu, bagi pengusaha yang telah menetapkan upah minimum di atas UMP, tidak diperbolehkan menurunkannya.

Dasar Penetapan UMP Kepulauan Riau 2024

Penetapan UMP Kepri tahun 2024 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Dalam peraturan itu, pemerintah mempertimbangkan 3 variabel dalam menghitung gaji minimum, yakni Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, dan Indeks Tertentu atau yang juga disebut alfa dan disimbolkan dalam bentuk α.

Lebih tepatnya, penetapan UMP 2024 adalah dengan melakukan penjumlahan gaji minimum tahun berjalan dengan perkalian antara penyesuaian nilai gaji minimum dan nilai gaji minimum tahun berjalan.

Gubernur Ansar Ahmad berharap agar kenaikan gaji minimum ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para pekerja, sekaligus menjaga kelangsungan perusahaan-perusahaan di provinsi Kepri.

Penetapan UMP Kepri tahun 2024 merupakan hasil Sidang Pleno Dewan Pengupahan Kepri. Dalam sidang tersebut, telah hadir berbagai pihak seperti perwakilan serikat pekerja, asosiasi pengusaha, akademisi, dan pemerintah.

Data statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) juga dijadikan dasar perhitungan penyesuaian UMP Kepri tahun 2024. Data tersebut meliputi:

- Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut provinsi - Rata-rata banyaknya anggota rumah tangga menurut provinsi - Rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja menurut provinsi - Pertumbuhan ekonomi - Inflasi gabungan


Perkembangan UMP Kepri dari Tahun ke Tahun

Dalam catatan berikut ini, terdapat data perkembangan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepulauan Riau selama 5 tahun terakhir. Dapat diidentifikasi bahwa setiap tahunnya, Kepri mengalami peningkatan UMP, dengan pengecualian pada tahun 2021 akibat dampak Pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan kondisi ekonomi.

Tahun 2023: Rupiah 3.279.194, mengalami peningkatan sebesar 7,52% dari UMP 2022. Tahun 2022: Rupiah 3.050.172, meningkat sebesar 1,73% dari UMP 2021. Tahun 2021: Rupiah 2.888.563, tidak mengalami perubahan dari UMP 2020. Tahun 2020: Rupiah 2.888.563, mengalami kenaikan sebesar 8,5% dari UMP 2019. Tahun 2019: Rupiah 2.662.026; mengalami peningkatan sebesar 8,03% dari UMP tahun 2018.

Batam Mendominasi dengan UMK Tertinggi

Kota Batam kembali menjadi peringkat pertama dengan UMK tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Pekerja di Batam akan menikmati gaji sebesar Rp4.685.050, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp184.610 atau 4,1% dari UMK Batam pada tahun 2023.

Lonjakan Gaji: Perubahan yang Positif

Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Dengan adanya lonjakan gaji, diharapkan dapat memberikan dampak positif pada tingkat konsumsi dan kehidupan sehari-hari para pekerja.

Tren Positif di Seluruh Kepulauan Riau

Tidak hanya Batam yang mengalami peningkatan gaji, tetapi kabupaten/kota lainnya di Kepulauan Riau juga turut merasakan tren positif ini. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Tanjungpinang dan Lingga: UMK Terendah

Sementara itu, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga menempati posisi terendah dalam daftar UMK 2024. Pekerja di Tanjungpinang dan Lingga akan menerima gaji sebesar Rp3.402.492, menunjukkan perbandingan yang memerlukan perhatian khusus.

Upaya Peningkatan Kesejahteraan

Meskipun terendah, UMK di Tanjungpinang dan Lingga tetap menjadi fokus upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Langkah-langkah perbaikan terus dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada pekerja yang tertinggal dalam upaya peningkatan ini.

Daftar Lengkap UMK 2024 di Kepulauan Riau

Berikut adalah daftar lengkap Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau untuk tahun 2024:

  1. 1. UMK Kota Batam (naik 4,41%)

    2024: Rp4.685.050

    2023: Rp4.500.440

    2. UMK Kabupaten Bintan (naik 1,33%)

    2024: Rp3.950.950

    2023: Rp3.899.015

    3. UMK Kabupaten Anambas (naik 2,08%)

    2024: Rp3.835.605

    2023: Rp3.757.560

    4. UMK Kabupaten Karimun (naik 3,42%)

    2024: Rp3.715.000

    2023: Rp3.592.019

    5. UMK Kabupaten Natuna (naik 2,07%)

    2024: Rp3.406.575

    2023: Rp3.337.603

    6. UMK Kota Tanjungpinang (naik 3,76%)

    2024: Rp3.402.492

    2023: Rp3.279.194

    7. UMK Kabupaten Lingga (naik 3,76%)

    2024: Rp3.402.492

    2023: Rp3.279.194

  2. Dengan diumumkannya UMK 2024, diharapkan bahwa kesejahteraan pekerja di Kepulauan Riau akan terus meningkat. Dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan perhatian terhadap kabupaten/kota dengan UMK terendah menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap pekerja merasakan manfaat dari kemajuan ini.

  3. Lihat juga: Inilah UMP dan UMK Kalimantan Barat (Kalbar) untuk tahun 2024 Terbaru